Banyak orang yang memiliki penghasilan besar, namun selalu merasa tidak cukup. Bahkan tidak jarang pengeluaran mereka lebih besar dari penghasilan yang didapat. Mungkin diri kita pernah merasakan demikian. Maka instropeksilah, mungkin sedekah yang kita keluarkan terlalu sedikit, sehingga berkah yang Allah berikan juga sekedarnya. Padahal dalam surat Al An-Am ayat 160, Allah sudah janji akan melipatgandakan pahala sampai 10 kali lipat bagi mereka yang berbuat kebaikan.Jadi sebetulnya kita tak perlu ragu untuk menyisihkan penghasilan bagi mereka yang membutuhkan.
1 - 1 = 10, itulah ilmu sedekah. Banyak kejadian dibalik fenomena keajaiban sedekah. Dalam kesempatan tersebut, Ustad Yusuf memaparkan beberapa kisah yang Insya Allah mampu meningkatkan keyakinan kita, bahwa Allah pasti akan meliptrgandakan pahala-Nya, bila kita sedekah.
Contohlah sebuah kisah tentang seorang supir yang mengeluh karena gajinya terlalu kecil. "Supir ini datang ke Klinik Spiritual dan Konseling Wisata Hati. Dia bilang gajinya cuma 800 ribu, padahal anaknya lima! Ia ingin gajinya jadi 1,5 juta!" ujar Ustad Yusuf sambil duduk bersila di permadani.
Dengan bijak, Ustad Yusuf mengajak supir itu mensyukuri terlebih dahulu apa yang telah didapatkannya selama ini. Kemudian ia menunjukkan surat Al-An’am 160 dan surat 65 ayat 7, mengenai anjuran bagi yang kaya untuk membagi kekayaannya dan yang mampu membagi kemampuannya.
Supir itu lantas bertanya,"Kapan ayat-ayat itu dibaca dan berapa kali, Ustad?"
Nah, inilah kelemahan orang kita," potong Ustad Yusuf sejenak, al Qur'an hanya untuk dibaca!"
Agak kesal dengan pertanyaan sang supir, Ustad Yusuf menyuruhnya segera berdiri. Kemudian ia bertanya,"Maaf, boleh saya tanya pertanyaan yang sifatnya pribadi?"
Supir itu mengangguk.
"Nggak bakal tersinggung?"
Kembali supir itu mengangguk.
"Bawa duit berapa di dompet?" desak Ustad Yusuf.
Supir itu mengeluarkan uangnya dalam dompet, jumlahnya seratus ribu rupiah. Langsung Ustad Yusuf mengambilnya.
"Nah, uang ini akan saya sedekahkan, ikhlas?"
Supir itu menggaruk-garukkan kepalanya, namun sejurus kemudian mengangguk dengan terpaksa.
"Dalam tujuh hari kerja, akan ada balasan dari Allah!"
"Kalau nggak, Ustad?"
"Uangnya saya kembaliin!"
Mulailah sejak itu ia menghitung hari. Hari pertama tidak ada apa-apa, demikian pula hari kedua, bahkan pada hari ketiga uangnya hilang sejumlah 25 ribu rupiah. Rupanya ketika ditanya Ustad Yusuf tempo hari, sebenarnya ia bawa uang 125 ribu rupiah, namun keselip. Pada hari keempat supir itu diminta atasannya untuk mengantar ke Jawa Tengah. Selama empat hari empat malam mereka pergi.
Begitu kembali, atasannya memberikan sebuah amplop, "Ini hadiah istri kamu yang kesepian di rumah," begitu katanya. Ketika amplop itu dibuka, Subhanallah . Jumlahnya 1,5 juta rupiah.
Para dai muda yang menyimak cerita itu terkagum-kagum. Kemudian ustad Yusuf bertanya, "Siapa yang belum nikah?" serentak hampir semua peserta mengacungkan tangan dengan semangat, seraya bergurau.
"Nah, selain untuk memanjangkan umur, mengangkat permasalahan, sedekah juga
mampu membuat orang yang belum kawin jadi kawin, dan yang udah kawin"
"Kawin lagi???" jawab beberapa peserta, kompak!
Ustad Yusuf tertawa, "Yang udah kawin, makin sayang"
Lalu mengalunlah sebuah cerita lain. Ada seorang wanita berusia 37 tahun yang belum menikah mengikuti seminarnya. Setelah mendengarkan faedah sedekah, wanita itu lantas pergi ke masjid terdekat dari rumahnya dan bertanya pada penjaga masjid itu, "Maaf, Pak kira-kira masjid ini butuh apa? Barangkali saya bisa Bantu"
"Oh, kebetulan. Kami sedang melelang lantai keramik masjid. Semeternya 150 ribuan"
Wanita itu menarik sejumlah uang dari sakunya, yang berjumlah 600ribu.
Tanpa pikir panjang ia membeli empat meter persegi lantai tersebut,
"Mudah-mudahan hajat saya terkabul", harapnya.
Subhanallah, Allah menunjukkan keagungan-Nya. Minggu itu juga datang empat orang melamarnya!
"Itulah sedekah!" Ustad Yusuf menantang mata peserta,"Sulit akan menjadi mudah, berat menjadi ringan, asal kita sedekah!"
Sebuah kisah unik lainnya terjadi. Suatu hari, seorang wartawan mengajak Ustad Yusuf ke Semarang, hanya untuk berpose dengan sebuah mobil Mercedez New Eyes E 200 Compresor baru. Tak ada yang istimewa dengan mobil itu kecuali harganya yang mahal, sekitar 725 juta rupiah, dan mobil itu milik seorang tukang bubur keliling!
Loh, bagaimana bisa seorang tukang bubur punya mercy? Bisa aja kalau Allah berkehendak. Tukang bubur itu tentunya tak pernah bermimpi bisa memiliki sebuah mobil Mercedez baru. Namun kepeduliannya kepada orang tua, justru membuatnya kejatuhan bulan. Karena orang tuanya ingin naik haji, tukang bubur itu giat sedekah. Ia sengaja menyediakan kaleng kembalian satu lagi, khusus uang yang ia sedekahkan. Yang kemudian ia tabung di sebuah bank.
Ketika tabungannya itu telah mencapai 5 juta, ia mendapatkan satu poin memperebutkan sebuah mobil mercy. Dan si tukang bubur itulah yang memenangkan hadiah mobil tersebut. Karena tak mampu membayar pajaknya sebesar 25%, seorang ustad bernama Hasan, pemilik Unisula, membantunya. Maka, jadilah mobil itu milik tukang bubur.Kisah terakhir, tentang hutang 100juta yang lunas hanya dengan sedekah 100 ribu rupiah. Orang ini mendengarkan ceramah seorang ustad yang mengatakan, kalau sedekah itu dapat membeli penyakit, dapat membayar hutang, dan dapat menyelesaikan masalah. Teringat hutangnya sejumlah 100 juta, ia menyedekahkan uang yang ada, sebesar 100 ribu. Dalam hatinya ia berharap hutangnya dapat
cepat lunas.
"Dan Allah mengabulkan doanya secepat kilat. Begitu pulang dari pengajian, saat menyebrang jalan, orang itu tertabrak mobil dan lunaslah hutangnya!" seru Ustad Yusuf berapi-api. Semua peserta melongo kemudian tertawa. Hampir semua menebak orang itu meninggal, sehingga di pemilik piutang mengikhlaskan hutangnya.
"Nggak! koreksi Ustad Yusuf cepat, "Dia cuma pingsan. Kebetulan yang nabrak orang kaya. Selain dibawa ke rumah sakit, dia juga melunasi hutangnya!"
Itulah Allah punya cara tersendiri untuk menolong hamba-Nya.
"Barangsiapa membawa amal yang baik, Maka baginya (pahala) sepuluh kali lipat amalnya; dan barangsiapa yang membawa perbuatan jahat Maka dia tidak diberi pembalasan melainkan seimbang dengan kejahatannya, sedang mereka sedikitpun tidak dianiaya (dirugikan)." (al-An`am :160).
Welcome to my blog..... Thank's to visit...! Jangan lupa? tinggalkan komentar anda...
Jumat, 30 Desember 2011
IKHLAS KUNCI KESUKSESAN: Keajaiban Kenyataan Ikhlas
IKHLAS KUNCI KESUKSESAN: Keajaiban Kenyataan Ikhlas: Seperti halnya seorang sahabat, yang sudah didiagnosis kanker kronis yang seluruh dokter yang merawat maupun pengobatan alternative sudah me...
Keajaiban Kenyataan Ikhlas
Seperti halnya seorang sahabat, yang sudah didiagnosis kanker kronis yang seluruh dokter yang merawat maupun pengobatan alternative sudah menyatakan bahwa kesembuhan 80 persen atas kuasa Allah, kami hanya berusaha dengan ilmu pengobatan.
Sahabat ini karena sudah mengalami penderitaan sakit yang lama, dan tidak ada statement yang menjamin kesembuhan, dan bahkan beberapa yang menyampaikan sakitnya sulit sembuh, hanya Tuhan yang bisa memberikan keajaiban. Maka sang sahabat ini berada di titik ambang yang akhirnya berada pada situasi:
“Ya Tuhan, hamba sedang ditimpa penyakit yang demikian berat, tiada seorangpun manusia bisa menyembuhkan. Hamba ikhlas, pasrah. Jika Engkau memberiku kesembuhan, alhamdulillah…sembuhkan ya Allah. Namun jika tidak, ampuni segala dosa-dosa dan kekhilafan hamba selama ini kepada Engkau dan siapapun di dunia ini”
Inilah titik ambang yang menurut para ilmuwan di barat sana dinamakan memasuki zero point. Titik nol. Saya menyebutnya “masa bodoh pada dunia”. Sudah berada pada kenyataan ikhlas, sehingga lenyaplah rasa takutnya, cemasnya terhadap penyakit maupun apapun yang disayanginya di dunia ini. Sudah ikhlas, siap-siap untuk menghadap.
Disinilah titik kejaiban terjadi, secara hukum metafisik bahwa kenyataan ikhlas yang selaras antara ragawi, pikiran dan hatinya telah menjadikan dia terlempar ke frekuensi diri yang disebut Zero Point. Kita tahu bahwa gelombang pikiran terdiri dari gama, beta, alpha (8-12 Hz), teta (4-8 Hz) dan Delta (0,1 – 3,9 Hz).
Tuhan mengajarkan sholat tahajud di sepertiga malam terakhir adalah tanpa disadari kita diajari untuk berdiam di gelombang rendah. Bayangkan bangun tidur jam 3 pagi, suatu hal yang sangat sulit dikala gelombang pikiran berada di Delta (tidur lelap tanpa mimpi). Dibanding bangun tidur sebelum sepertiga malam terakhir sekitar jam 12 malam atau jam 1 malam saat masih berada di gelombang Teta (tidur lelap masih bermimpi) atau gelombang Alpa (tidur ayam alias melamun).
Makanya do’a apapun di saat tahajud sepertiga malam terakhir pasti dikabulkan.
Ketika seseorang sudah berserah melampaui rasa takutnya terhadap dunia, maka dia akan terlempar dari frekuensi gelombang duniawi….dan karena dia beserah kepada Tuhan, maka jiwa raganya terlempar dan memasuki ke gelombang diri yang paling dalam yaitu masuk ke frekuensi Ruh dalam diri.
Tuhan Dzat Yang Esa adalah Maha Memberi Pertolongan kepada siapapun hamba yang mengingatNya. Pertolongannya adalah melalui Ruh dalam diri setiap manusia. Ruh yang merupakan rahasia yang tidak seorangpun tahu mengenainya.
Dimensi yang memiliki keluarbiasaan Illahi yang memberikan apapun karakter pada manusia (jiwa dan raganya) termasuk sifat menyembuhkan, kecerdasan, kekuatan, keilmuan, hingga kekayaan apapun semua sudah diberikan oleh Tuhan.
Ketika seseorang sudah berserah ikhlas terlempar pada dimensi Ruh ini, maka tanpa disadari Tuhan mengabulkan apa yang ada dalam perasaan dan niatnya. Sahabat yang sudah ikhlas atas penyakit kronisnya, maka sifat Ruh yang menyembuhkan bekerja otomatis. Dan kagetlah dokter, maupun para terapis pengaobatan karena sel-sel kankernya mulai menyusut sendiri.
Sesungguhnya yang menyembuhkan itu adalah Tuhan melalui Ruhnya. Berawal dari niat dan keyakinannya untuk sembuh. Obat maupun cara hanyalah stimulus dan perantara. Banyak kasus, ketika seseorang sudah ikhlas dan yakin, saya tepuk sakitnya…semuanya kembali membaik. Yang menyembuhkan adalah karena sudah ikhlas memasuki dimensi Zero point.
Banyak kisah sahabat yang terkena penyakit kronis ataupun masalah kehidupan, karena hartanya dizholimi / dijahati oleh rekan bisnisnya dan dia ikhlas atas masalah tersebut. Hatinya sudah ikhlas, pikirannya sudah ikhlas, juga seluruh badan ini sudah ikhlas, plong…tentram gembira. Ditinggalkannya masalahnya, hartanya. Dan keajaiban muncul, penyakitnya yang bertahun-tahun tidak sembuh rupanya lenyap tanpa disadari. Masalah keuangan, harta yang dirampas, dan sudah diikhlaskan untuk mulai hidup baru……ternyata mendapat penggantian ditempat lain yang jauh lebih baik.
Ada sahabat yang tiba-tiba tanpa disadari menjadi berpikiran kreatif dan cerdas (genius) jauh berbeda dari karakter sebelumnya, ketika dia menghadapi situasi pelik…. keluar dari pekerjaan, uang simpanan tinggal beberapa lembar, saudara dan teman tiada yang memberikan bantuan, akhinrya dia terdampar dalam kesendirian…kesunyian..keheningan. Tanpa disadari dia memasuki titik zero point, karena sudah ikhlas berada pada situasi hanya Tuhan yang bisa menolongnya. Dalam perenungan yang lepas pemikiran itulah, muncul sendiri ide-ide baru dan kok ya paginya dia lakukan ide tersebut. Keajaiban muncul, ide itu memberi rejeki luarbiasa untuk modal bangkit kembali.
Atau pernahkah Anda ketika kepepet mengangkat sesuatu barang, tiada seoranpun yang menolong karena tiada yang bisa diminta pertolongan. Ketika berserah menyebut namaNya dan memasuki kenyataan ikhlas, tanpa disadari jiwanya memasuki zero point dan mampu mengangkat barang-barang yang berat dan menyusunnya. Kagetlah dia setelah selesai, kok bisa ya….
Banyak cerita ada sahabat yang akan mengalami musibah dan dia tahu kecelakaan ini tidak bisa dihindarkan, kemudian dia berserah total, siap-siap kembali kepada Tuhan, meminta ampun dalam dimensi ikhlas. Ketika kecelakaan terjadi, semuanya berantakan, namun dia selamat. Bahkan ada yang tidak kurang suatu apapun. Karena jiwa raganya terlempar dalam dimensi ikhlas memasuki dimensi gelombang lain.
Keajaiban yang terjadi karena menemui kenyataan ikhlas, dimana sudah berserah total kepada Illahi, dan sudah lenyap seluruh keraguan, kecemasan, ketakutan maupun rasa sayang terhadap duniawi. Hatinya sudah ikhlas, pikirannya sudah ikhlas dan seluruh anggota badanpun sudah menemui kenyataan ikhlas.
sumber : mahakosmos.com
Sahabat ini karena sudah mengalami penderitaan sakit yang lama, dan tidak ada statement yang menjamin kesembuhan, dan bahkan beberapa yang menyampaikan sakitnya sulit sembuh, hanya Tuhan yang bisa memberikan keajaiban. Maka sang sahabat ini berada di titik ambang yang akhirnya berada pada situasi:
“Ya Tuhan, hamba sedang ditimpa penyakit yang demikian berat, tiada seorangpun manusia bisa menyembuhkan. Hamba ikhlas, pasrah. Jika Engkau memberiku kesembuhan, alhamdulillah…sembuhkan ya Allah. Namun jika tidak, ampuni segala dosa-dosa dan kekhilafan hamba selama ini kepada Engkau dan siapapun di dunia ini”
Inilah titik ambang yang menurut para ilmuwan di barat sana dinamakan memasuki zero point. Titik nol. Saya menyebutnya “masa bodoh pada dunia”. Sudah berada pada kenyataan ikhlas, sehingga lenyaplah rasa takutnya, cemasnya terhadap penyakit maupun apapun yang disayanginya di dunia ini. Sudah ikhlas, siap-siap untuk menghadap.
Disinilah titik kejaiban terjadi, secara hukum metafisik bahwa kenyataan ikhlas yang selaras antara ragawi, pikiran dan hatinya telah menjadikan dia terlempar ke frekuensi diri yang disebut Zero Point. Kita tahu bahwa gelombang pikiran terdiri dari gama, beta, alpha (8-12 Hz), teta (4-8 Hz) dan Delta (0,1 – 3,9 Hz).
Tuhan mengajarkan sholat tahajud di sepertiga malam terakhir adalah tanpa disadari kita diajari untuk berdiam di gelombang rendah. Bayangkan bangun tidur jam 3 pagi, suatu hal yang sangat sulit dikala gelombang pikiran berada di Delta (tidur lelap tanpa mimpi). Dibanding bangun tidur sebelum sepertiga malam terakhir sekitar jam 12 malam atau jam 1 malam saat masih berada di gelombang Teta (tidur lelap masih bermimpi) atau gelombang Alpa (tidur ayam alias melamun).
Makanya do’a apapun di saat tahajud sepertiga malam terakhir pasti dikabulkan.
Ketika seseorang sudah berserah melampaui rasa takutnya terhadap dunia, maka dia akan terlempar dari frekuensi gelombang duniawi….dan karena dia beserah kepada Tuhan, maka jiwa raganya terlempar dan memasuki ke gelombang diri yang paling dalam yaitu masuk ke frekuensi Ruh dalam diri.
Tuhan Dzat Yang Esa adalah Maha Memberi Pertolongan kepada siapapun hamba yang mengingatNya. Pertolongannya adalah melalui Ruh dalam diri setiap manusia. Ruh yang merupakan rahasia yang tidak seorangpun tahu mengenainya.
Dimensi yang memiliki keluarbiasaan Illahi yang memberikan apapun karakter pada manusia (jiwa dan raganya) termasuk sifat menyembuhkan, kecerdasan, kekuatan, keilmuan, hingga kekayaan apapun semua sudah diberikan oleh Tuhan.
Ketika seseorang sudah berserah ikhlas terlempar pada dimensi Ruh ini, maka tanpa disadari Tuhan mengabulkan apa yang ada dalam perasaan dan niatnya. Sahabat yang sudah ikhlas atas penyakit kronisnya, maka sifat Ruh yang menyembuhkan bekerja otomatis. Dan kagetlah dokter, maupun para terapis pengaobatan karena sel-sel kankernya mulai menyusut sendiri.
Sesungguhnya yang menyembuhkan itu adalah Tuhan melalui Ruhnya. Berawal dari niat dan keyakinannya untuk sembuh. Obat maupun cara hanyalah stimulus dan perantara. Banyak kasus, ketika seseorang sudah ikhlas dan yakin, saya tepuk sakitnya…semuanya kembali membaik. Yang menyembuhkan adalah karena sudah ikhlas memasuki dimensi Zero point.
Banyak kisah sahabat yang terkena penyakit kronis ataupun masalah kehidupan, karena hartanya dizholimi / dijahati oleh rekan bisnisnya dan dia ikhlas atas masalah tersebut. Hatinya sudah ikhlas, pikirannya sudah ikhlas, juga seluruh badan ini sudah ikhlas, plong…tentram gembira. Ditinggalkannya masalahnya, hartanya. Dan keajaiban muncul, penyakitnya yang bertahun-tahun tidak sembuh rupanya lenyap tanpa disadari. Masalah keuangan, harta yang dirampas, dan sudah diikhlaskan untuk mulai hidup baru……ternyata mendapat penggantian ditempat lain yang jauh lebih baik.
Ada sahabat yang tiba-tiba tanpa disadari menjadi berpikiran kreatif dan cerdas (genius) jauh berbeda dari karakter sebelumnya, ketika dia menghadapi situasi pelik…. keluar dari pekerjaan, uang simpanan tinggal beberapa lembar, saudara dan teman tiada yang memberikan bantuan, akhinrya dia terdampar dalam kesendirian…kesunyian..keheningan. Tanpa disadari dia memasuki titik zero point, karena sudah ikhlas berada pada situasi hanya Tuhan yang bisa menolongnya. Dalam perenungan yang lepas pemikiran itulah, muncul sendiri ide-ide baru dan kok ya paginya dia lakukan ide tersebut. Keajaiban muncul, ide itu memberi rejeki luarbiasa untuk modal bangkit kembali.
Atau pernahkah Anda ketika kepepet mengangkat sesuatu barang, tiada seoranpun yang menolong karena tiada yang bisa diminta pertolongan. Ketika berserah menyebut namaNya dan memasuki kenyataan ikhlas, tanpa disadari jiwanya memasuki zero point dan mampu mengangkat barang-barang yang berat dan menyusunnya. Kagetlah dia setelah selesai, kok bisa ya….
Banyak cerita ada sahabat yang akan mengalami musibah dan dia tahu kecelakaan ini tidak bisa dihindarkan, kemudian dia berserah total, siap-siap kembali kepada Tuhan, meminta ampun dalam dimensi ikhlas. Ketika kecelakaan terjadi, semuanya berantakan, namun dia selamat. Bahkan ada yang tidak kurang suatu apapun. Karena jiwa raganya terlempar dalam dimensi ikhlas memasuki dimensi gelombang lain.
Keajaiban yang terjadi karena menemui kenyataan ikhlas, dimana sudah berserah total kepada Illahi, dan sudah lenyap seluruh keraguan, kecemasan, ketakutan maupun rasa sayang terhadap duniawi. Hatinya sudah ikhlas, pikirannya sudah ikhlas dan seluruh anggota badanpun sudah menemui kenyataan ikhlas.
sumber : mahakosmos.com
Ilmu Ikhlas… Ilmu SMS… Obat Masalah Kehidupan
HP saya hanging… kebanyakan SMS…yang datang silih berganti. Hanging…gak bisa apa-apa lagi…mumet…blass…..bingung mau apa-apa lagi……wissss….ikhlaskan…..delete….serahkan…..ke sistem….
Akhirnya kosong lagi….siap menerima SMS berikutnya….
Tubuh manusia laksana HP…yang telah diprogram sedemikian rupa oleh Penguasa Semesta Alam dan ada batasnya. Menerima perintah program kehidupan satu demi satu……laksana menerima SMS.
Dan program kehidupan itu akan turun satu demi satu……satu selesai, muncul lagi….dan begitu seterusnya. Berurutan.
Ketika manusia menerima SMS program kepenuhan….sehingga menjadi masalah kehidupan……bingung…stress….harus apa lagi, sehingga program berikutnya mandek….gak berlanjut. Muter-muter gak karuan, disitu-situ ajah…..
Ikut acara motivasi ditambah program “semangat”…. cuma bertahan beberapa hari….setelah itu ‘letoy” lagi….mumet lagi…tidur lagi…terus…tidur lagi…….karena program lama masih penuh….. program yang menjadkan hidup begituuuuuuuuu ajah, dan terus berulang.
Ayo bangun….bangun…..
Sudah saatnya belajar dari HP, bila menerima program SMS kepenuhan….ya delete aja.
Dengan mengikhlaskan…menyerahkan….kepada Sistem.
Allah Penguasa Semesta Alam. Dzat yang meliputi dunia, alam semesta dan seisinya. Sistem Semesta.
Dengan ikhlas…mengosongkan program lama….maka program kehidupan baru akan muncul lagi.
Tidak ada masalah permanen… susah permanen… miskin permanen…. pasti ada pasangannya.
Program pasangannya muncul… kalau program muter-muter ditempat ini…di stop… closing…diikhlaskan.
Ya Allah Penguasa Semesta Alam, hamba ikhlaskan semua lakon peristiwa yang sudah hamba jalani dari mulai hamba turun kedunia hingga hari ini…..hamba ikhlas menerimanya.
Walaupun sekarang hamba mengalami kesulitan, hutang dimana-mana, usaha bangkrut…keluarga jadi tidak harmonis…. hamba ikhlas menerimanya….hamba ikhlas menerima takdir yang telah Engkau tetapkan….. Terima kasih ya Allah, hamba ikhlas…
Suara hati menggema…didalam dada…dengan ‘”suara rendah” menghamba….menggetarkan sistem alam semesta…. menginstruksikan sistem semesta alam memulai program baru….
Menyongsong program kehidupan selanjutnya…yang pasti akan turun.
Kunci perubahan yang datang dari kita sendiri.
Berpikir, bergerak, dengan cara yang khas (manajemen) dan ikhlas kepada Allah hari demi hari.
Keselarasan hubungan antar sesama, dengan alam semesta dan Penguasa Alam.
Kosong…siap menerima SMS baru. Siap menerima amanah kehidupan.
sumber : mahakosmos.com
Akhirnya kosong lagi….siap menerima SMS berikutnya….
Tubuh manusia laksana HP…yang telah diprogram sedemikian rupa oleh Penguasa Semesta Alam dan ada batasnya. Menerima perintah program kehidupan satu demi satu……laksana menerima SMS.
Dan program kehidupan itu akan turun satu demi satu……satu selesai, muncul lagi….dan begitu seterusnya. Berurutan.
Ketika manusia menerima SMS program kepenuhan….sehingga menjadi masalah kehidupan……bingung…stress….harus apa lagi, sehingga program berikutnya mandek….gak berlanjut. Muter-muter gak karuan, disitu-situ ajah…..
Ikut acara motivasi ditambah program “semangat”…. cuma bertahan beberapa hari….setelah itu ‘letoy” lagi….mumet lagi…tidur lagi…terus…tidur lagi…….karena program lama masih penuh….. program yang menjadkan hidup begituuuuuuuuu ajah, dan terus berulang.
Ayo bangun….bangun…..
Sudah saatnya belajar dari HP, bila menerima program SMS kepenuhan….ya delete aja.
Dengan mengikhlaskan…menyerahkan….kepada Sistem.
Allah Penguasa Semesta Alam. Dzat yang meliputi dunia, alam semesta dan seisinya. Sistem Semesta.
Dengan ikhlas…mengosongkan program lama….maka program kehidupan baru akan muncul lagi.
Tidak ada masalah permanen… susah permanen… miskin permanen…. pasti ada pasangannya.
Program pasangannya muncul… kalau program muter-muter ditempat ini…di stop… closing…diikhlaskan.
Ya Allah Penguasa Semesta Alam, hamba ikhlaskan semua lakon peristiwa yang sudah hamba jalani dari mulai hamba turun kedunia hingga hari ini…..hamba ikhlas menerimanya.
Walaupun sekarang hamba mengalami kesulitan, hutang dimana-mana, usaha bangkrut…keluarga jadi tidak harmonis…. hamba ikhlas menerimanya….hamba ikhlas menerima takdir yang telah Engkau tetapkan….. Terima kasih ya Allah, hamba ikhlas…
Suara hati menggema…didalam dada…dengan ‘”suara rendah” menghamba….menggetarkan sistem alam semesta…. menginstruksikan sistem semesta alam memulai program baru….
Menyongsong program kehidupan selanjutnya…yang pasti akan turun.
Kunci perubahan yang datang dari kita sendiri.
Berpikir, bergerak, dengan cara yang khas (manajemen) dan ikhlas kepada Allah hari demi hari.
Keselarasan hubungan antar sesama, dengan alam semesta dan Penguasa Alam.
Kosong…siap menerima SMS baru. Siap menerima amanah kehidupan.
sumber : mahakosmos.com
Ilmu Diam, ikhlas mengikuti aliran air, aturan Rejeki Tuhan
Dalam motivasi awal untuk melakukan ikhtiar, semesta alam menganut hukum tarik menarik. Seseorang yang bermind set (do’a dalam programming pikiran, hati) positif, maka elemen positif pun akan berdatangan kepadanya. Mindset mencurangi, menjahati, menyakiti maka akan menarik elemen yang sama untuk berlaku sama sehingga dalam kehidupannya selalu dicurangi, dijahati, dan disakiti.
Mindset menyenangkan maka akan menarik semua elemen menyenangkan dalam kehidupan.
Mindset kemudahan, keberkahan rejeki yang tertanam dalam gelombang pikiran dan hati maka akan menarik kemudahan rejeki dalam kehidupannya.
Pola inilah yang mengapa agama mengajarkan untuk berbaik sangka daripada berburuk sangka.
Tuhan Maha Pengabul, apapun yang diminta tentu dikabulkan baik dari pola mindset (do’a) yang disadari atau tidak disadari.
Ada yang tidak disadari, sehingga menjadi permasalahan dan penderitaan kehidupan.
Ada pula yang tidak disadari menjadi keberuntungan dan kesuksesan kehidupan.
Banyak pula kisah nyata yang disadari mindset do’anya dikabulkan menjadi kaya, memiliki usaha, harta, namun dalam beberapa tahun kemudian, yang bersangkutan ambruk, hancur lebur hingga ke titik nol. Kembali tidak punya apa-apa seperti pertama kali dia tidak meminta itu kepada Tuhan. Kembali dari awal.
Ada rahasia apa, sehingga kembali ke titik nol. Apakah karena tidak ada dalam catatan dia di langit sana sebelum turun ke dunia? Ya bisa jadi, tidak ada dalam catatannya namun karena Tuhan Maha Pengabul, apapun yang diminta pasti dikabulkan. Namun permintaan yang tidak ada dalam catatan kehidupannya di langit sana, akan kembali mengikuti skenarioNya yang sudah tertulis. Kembali ke awal skenario.
Bagi yang sudah ambruk, hancur lebur, kembali ke titik nol dari awal, maka hanya ada solusi yaitu mengikuti catatanNya yang telah tertulis., yaitu ikhlas mengikuti kehendakNya, aturanNya.
Ikhlas adalah ilmu diam mengikuti gerak Tuhan yang sudah mengatur kehidupan dengan sebaik-baiknya. Diam, khusu’ mengikuti hukum sunatullah yang telah diaturNya di semesta alam. Diam dalam kekhusu’an, keheningan, maka akan merasakan bumi ini pun berputar pada porosnya sehingga kehidupan bumi terjadi. Namun tanpa diam khusu’, maka tidak akan pernah bisa merasakan bumi ini pun juga berputar.
Semua semesta alam ini pun berputar (thowaf), gerak berputar sehingga terjadi energi, kehidupan, namun tak nampak. Kehidupan di laut, tanah, tumbuhan, hewan, udara, langit, hingga gerak rejeki mengalir pun semuanya berputar (thowaf).. Juga gerak kehidupan dalam badan manusia, semuanya berputar.
Gerak berputar yang hanya bisa dipahami dirasakan bila mampu diam khusu’. Diam mengikuti gerak aturan Tuhan.
Diamnya seseorang yang mengikuti rahasia Tuhan bergerak mengatur semesta, tanpa disadari diamnya pun mendatangkan rejeki berkelimpahan, tercukupi, selamat, berkah.
Tidur pun dikirimi SMS diberi order, rejeki, bahkan hanya bersenda gurau bermindset positif pun diantarkan rejeki yang tak tersangka tak terduga.
Kenapa juga sibuk-sibuk memikirkan rejekimu, kehidupanmu sehingga dirimu merasa kepala pindah ke kaki, kaki pindah kepala, pontang panting berskenario hingga dirimu stress, depresi, berpenyakitan, beruntun dihujani masalah yang sesungguhnya semua itu dirimu sendiri memulainya?
Semua mahluk sudah diatur dengan sebaik-baiknya oleh Tuhan.
“Tuhan telah sibuk memikirkan dirimu, kenapa juga dirimu ikutan berpikir. Dirimu menggangu kerja Tuhan saja….”
Sebagaimana, orangtua sibuk memikirkan anaknya untuk masa depannya, mengatur semua kebutuhannya, namun anaknya berpikir lain sehingga menggangu kerja orangtua mengurusnya. Jadi berantakan semua, karena tidak satu frekuensi, tidak selaras.
Pada awalnya seorang hamba diperintahkan berikhtiar mengejar dunia dengan luarbiasa, namun ketika gagal kembali ke titik nol, Tuhan pun berkata: “kan Aku yang Maha Berkehendak, Maha Mengaturmu….., terserah Aku dong?”, begitulah kira-kira candaNya yang khas.
Ilmu Diam, ikhlas mengikuti aliran air, mengikuti gerak kerja Tuhan adalah ilmu Bodoh, Ummi yang selalu dalam bertindak selalu meminta petunjuk pada Tuihannya. Itulah hakikat Bismillah dalam setiap melakukan pekerjaan.
Ilmu Diam adalah ilmu marketing kehidupan yang hanya diam, mendenggar, menjalankan prospek rejeki yang datang padanya, lalu diterapkan manajemen selanjutnya, mengola bergerak memenuhi peluang yang datang tersebut.
Berkebalikan dengan ilmu Sales kehidupan yang selalu bergerak sendiri dengan skenarionya sendiri menciptakan produk dan kemudian berpikir keras bagaimana memasarkannya….bla-bla-bla.
Bagaimana memulai ilmu Diam dalam gerak aturan Tuhan?
Menurut agama, Tuhan akan marah kalau hambanya tidak meminta kepadaNya.
Maka mintalah kepadaNya: “nikmat Tuhan mana lagi yang hamba dustakan ya Tuhan”
“Hamba ikhlas dalam pengaturanMu, hamba ikhlas takdir kedepanku beserta seluruh rejekiku Engkau yang Mengatur ya Allah Tuhanku”.
“Berikanlah selalu petunjuk kepada hamba ini untuk melangkah setiap saat….”
Petunjuk Tuhan selalu nyata dari apapun yang datang kepada hambanya, bukan bisikan ghoib dan was-was. Semua selalu nyata.
Pasang kewaspadaan yang seringkali kita lupakan adanya petunjukNya.
PetunjukNya akan datang melalui manusia yang datang tanpa disadari menawarkan peluang rejeki, mengajak bertemu yang positif, undangan, ajakan seminar yang biasanya waktunya pun terbuka untuk itu. Tanpa halangan. Namun seringkali kita menolaknya seolah orang paling sibuk sedunia….karena mindset suka menolak.
Seringkali petunjukNya datang melalui orang yang meminta sedekah. Ujian awal.
Lapangkan hati, pasanglah mindset positif, selalu menerima peluang apapun.
Banyak peristiwa kemudian hari dengan menerima peluang, silaturahim, kerjasama positif, undangan, ajakan seminar, ajakan ketemuan, muncul rejeki tak terduga tak tersangka yang kelak menjadi mata air rejeki berkelimpahan.
Bagaimana bila banyak tawaran rejeki disaat (waktu) bersamaan bila mengikuti gerak diam dalam aturan Tuhan?
Bertanyalah kepadaNya kembali…tetap bodoh, ummi dengan sholat istiqoroh atau tafakuran diam meminta petunjuk.
Nol-kan pikiran, hindari dengan memulai prasangka….nol-kan, netralkan.
Aktifkan Qolbu, gunakan perasaan hati…
Mata hati akan semakin tajam mengenali bila selalu intropeksi atas seluruh kesalahan, emosi, kemarahan, kejelekan, kesombombongan yang terekam dalam ruang qolbu. Agama mengajarkan dengan Istighfar, tentu harus jelas apa yang mau dibersihkan.
Kelak akan merasakan kenyamanan pada satu pilihanNya ketika mengikuti semua ajakan peluang rejeki yang datang tersebut. Kenyamanan dalam pikiran, perasaan hingga qolbu-nya.
Kenyamanan adalah tanda gelombang frekuensi diri ini terkoneksi, menyatu, selaras, resonansi dengan frekuensi satu peluang rejeki itu. Itu tandanya rejeki yang selaras, yang kelak menjadi berkah selamat, menjadi mata air rejeki.
Jangan terjebak dalam hawa nafsu pikiran yang seringkali meledak-meledak karena rasa kepinginan. Netralkan tanpa prasangka, lepas dari keterikatan materi duniawi.
Tuhan sudah mengatur sebaik-baiknya. Semua adalah milik Tuhan. Besar kecil adalah milik Dia. Biarkan Dia bergerak mengatur hamba ini dengan pengaturanNya yang selamat. Kelak rejeki yang ditemui baik besar ataupun kecil akan demikian tentram, langgeng, berkah, dan memberikan kebahagiaan.
Seorang hamba cuma mengikuti saja…..
Besar kecil pun kelak apapun yang diterima adalah cuma senda gurauNya
Titipan besar kecil yang kelak pun semuanya akan kembali lagi kepadaNya.
sumber : mahakosmos.com
Mindset menyenangkan maka akan menarik semua elemen menyenangkan dalam kehidupan.
Mindset kemudahan, keberkahan rejeki yang tertanam dalam gelombang pikiran dan hati maka akan menarik kemudahan rejeki dalam kehidupannya.
Pola inilah yang mengapa agama mengajarkan untuk berbaik sangka daripada berburuk sangka.
Tuhan Maha Pengabul, apapun yang diminta tentu dikabulkan baik dari pola mindset (do’a) yang disadari atau tidak disadari.
Ada yang tidak disadari, sehingga menjadi permasalahan dan penderitaan kehidupan.
Ada pula yang tidak disadari menjadi keberuntungan dan kesuksesan kehidupan.
Banyak pula kisah nyata yang disadari mindset do’anya dikabulkan menjadi kaya, memiliki usaha, harta, namun dalam beberapa tahun kemudian, yang bersangkutan ambruk, hancur lebur hingga ke titik nol. Kembali tidak punya apa-apa seperti pertama kali dia tidak meminta itu kepada Tuhan. Kembali dari awal.
Ada rahasia apa, sehingga kembali ke titik nol. Apakah karena tidak ada dalam catatan dia di langit sana sebelum turun ke dunia? Ya bisa jadi, tidak ada dalam catatannya namun karena Tuhan Maha Pengabul, apapun yang diminta pasti dikabulkan. Namun permintaan yang tidak ada dalam catatan kehidupannya di langit sana, akan kembali mengikuti skenarioNya yang sudah tertulis. Kembali ke awal skenario.
Bagi yang sudah ambruk, hancur lebur, kembali ke titik nol dari awal, maka hanya ada solusi yaitu mengikuti catatanNya yang telah tertulis., yaitu ikhlas mengikuti kehendakNya, aturanNya.
Ikhlas adalah ilmu diam mengikuti gerak Tuhan yang sudah mengatur kehidupan dengan sebaik-baiknya. Diam, khusu’ mengikuti hukum sunatullah yang telah diaturNya di semesta alam. Diam dalam kekhusu’an, keheningan, maka akan merasakan bumi ini pun berputar pada porosnya sehingga kehidupan bumi terjadi. Namun tanpa diam khusu’, maka tidak akan pernah bisa merasakan bumi ini pun juga berputar.
Semua semesta alam ini pun berputar (thowaf), gerak berputar sehingga terjadi energi, kehidupan, namun tak nampak. Kehidupan di laut, tanah, tumbuhan, hewan, udara, langit, hingga gerak rejeki mengalir pun semuanya berputar (thowaf).. Juga gerak kehidupan dalam badan manusia, semuanya berputar.
Gerak berputar yang hanya bisa dipahami dirasakan bila mampu diam khusu’. Diam mengikuti gerak aturan Tuhan.
Diamnya seseorang yang mengikuti rahasia Tuhan bergerak mengatur semesta, tanpa disadari diamnya pun mendatangkan rejeki berkelimpahan, tercukupi, selamat, berkah.
Tidur pun dikirimi SMS diberi order, rejeki, bahkan hanya bersenda gurau bermindset positif pun diantarkan rejeki yang tak tersangka tak terduga.
Kenapa juga sibuk-sibuk memikirkan rejekimu, kehidupanmu sehingga dirimu merasa kepala pindah ke kaki, kaki pindah kepala, pontang panting berskenario hingga dirimu stress, depresi, berpenyakitan, beruntun dihujani masalah yang sesungguhnya semua itu dirimu sendiri memulainya?
Semua mahluk sudah diatur dengan sebaik-baiknya oleh Tuhan.
“Tuhan telah sibuk memikirkan dirimu, kenapa juga dirimu ikutan berpikir. Dirimu menggangu kerja Tuhan saja….”
Sebagaimana, orangtua sibuk memikirkan anaknya untuk masa depannya, mengatur semua kebutuhannya, namun anaknya berpikir lain sehingga menggangu kerja orangtua mengurusnya. Jadi berantakan semua, karena tidak satu frekuensi, tidak selaras.
Pada awalnya seorang hamba diperintahkan berikhtiar mengejar dunia dengan luarbiasa, namun ketika gagal kembali ke titik nol, Tuhan pun berkata: “kan Aku yang Maha Berkehendak, Maha Mengaturmu….., terserah Aku dong?”, begitulah kira-kira candaNya yang khas.
Ilmu Diam, ikhlas mengikuti aliran air, mengikuti gerak kerja Tuhan adalah ilmu Bodoh, Ummi yang selalu dalam bertindak selalu meminta petunjuk pada Tuihannya. Itulah hakikat Bismillah dalam setiap melakukan pekerjaan.
Ilmu Diam adalah ilmu marketing kehidupan yang hanya diam, mendenggar, menjalankan prospek rejeki yang datang padanya, lalu diterapkan manajemen selanjutnya, mengola bergerak memenuhi peluang yang datang tersebut.
Berkebalikan dengan ilmu Sales kehidupan yang selalu bergerak sendiri dengan skenarionya sendiri menciptakan produk dan kemudian berpikir keras bagaimana memasarkannya….bla-bla-bla.
Bagaimana memulai ilmu Diam dalam gerak aturan Tuhan?
Menurut agama, Tuhan akan marah kalau hambanya tidak meminta kepadaNya.
Maka mintalah kepadaNya: “nikmat Tuhan mana lagi yang hamba dustakan ya Tuhan”
“Hamba ikhlas dalam pengaturanMu, hamba ikhlas takdir kedepanku beserta seluruh rejekiku Engkau yang Mengatur ya Allah Tuhanku”.
“Berikanlah selalu petunjuk kepada hamba ini untuk melangkah setiap saat….”
Petunjuk Tuhan selalu nyata dari apapun yang datang kepada hambanya, bukan bisikan ghoib dan was-was. Semua selalu nyata.
Pasang kewaspadaan yang seringkali kita lupakan adanya petunjukNya.
PetunjukNya akan datang melalui manusia yang datang tanpa disadari menawarkan peluang rejeki, mengajak bertemu yang positif, undangan, ajakan seminar yang biasanya waktunya pun terbuka untuk itu. Tanpa halangan. Namun seringkali kita menolaknya seolah orang paling sibuk sedunia….karena mindset suka menolak.
Seringkali petunjukNya datang melalui orang yang meminta sedekah. Ujian awal.
Lapangkan hati, pasanglah mindset positif, selalu menerima peluang apapun.
Banyak peristiwa kemudian hari dengan menerima peluang, silaturahim, kerjasama positif, undangan, ajakan seminar, ajakan ketemuan, muncul rejeki tak terduga tak tersangka yang kelak menjadi mata air rejeki berkelimpahan.
Bagaimana bila banyak tawaran rejeki disaat (waktu) bersamaan bila mengikuti gerak diam dalam aturan Tuhan?
Bertanyalah kepadaNya kembali…tetap bodoh, ummi dengan sholat istiqoroh atau tafakuran diam meminta petunjuk.
Nol-kan pikiran, hindari dengan memulai prasangka….nol-kan, netralkan.
Aktifkan Qolbu, gunakan perasaan hati…
Mata hati akan semakin tajam mengenali bila selalu intropeksi atas seluruh kesalahan, emosi, kemarahan, kejelekan, kesombombongan yang terekam dalam ruang qolbu. Agama mengajarkan dengan Istighfar, tentu harus jelas apa yang mau dibersihkan.
Kelak akan merasakan kenyamanan pada satu pilihanNya ketika mengikuti semua ajakan peluang rejeki yang datang tersebut. Kenyamanan dalam pikiran, perasaan hingga qolbu-nya.
Kenyamanan adalah tanda gelombang frekuensi diri ini terkoneksi, menyatu, selaras, resonansi dengan frekuensi satu peluang rejeki itu. Itu tandanya rejeki yang selaras, yang kelak menjadi berkah selamat, menjadi mata air rejeki.
Jangan terjebak dalam hawa nafsu pikiran yang seringkali meledak-meledak karena rasa kepinginan. Netralkan tanpa prasangka, lepas dari keterikatan materi duniawi.
Tuhan sudah mengatur sebaik-baiknya. Semua adalah milik Tuhan. Besar kecil adalah milik Dia. Biarkan Dia bergerak mengatur hamba ini dengan pengaturanNya yang selamat. Kelak rejeki yang ditemui baik besar ataupun kecil akan demikian tentram, langgeng, berkah, dan memberikan kebahagiaan.
Seorang hamba cuma mengikuti saja…..
Besar kecil pun kelak apapun yang diterima adalah cuma senda gurauNya
Titipan besar kecil yang kelak pun semuanya akan kembali lagi kepadaNya.
sumber : mahakosmos.com
Ikhlas, pasrah… kok cuma diam gak ngapa-ngapain. Bergerak donk!
Dahulu dalam pencarian Illahi banyak ribuan kasus yang menjadi pembelajaran kehidupan. Tentang Makna Pasrah, mengikuti gerak diam pada kehendakNya. Akhirnya banyak yang saya temui, mereka yang hidupnya jauh dibawah garis ataupun pas-pasan. Tidak mau kerja luarbiasa. Mereka percaya dengan do’anya cukup bersimpuh dalam ibadah. Tengadahkan tangan, dan menunggu keajaiban rejeki. Berharap sekarung duit gabruk di hadapannya. Ada yang bermindset tidak mau kaya, karena takut masuk neraka. Lalu saya bilang, kamu mau pakai apa untuk pergi haji dan umroh atau sedekah membantu sesama? Pakai daun disulap jadi duit segepok? Saya juga mau.
Lalu kenapa banyak ulama yang diam-diam saja kok uang mengalir kepada beliau tanpa hentinya? Wah kamu senangnya mengamati gunung…tapi gak melihat gunung dari dekat. Gunung itu bisa begitu gak cuma diam ajah…tapi juga bergerak luarbiasa bekerja menjadikan dia seperti itu. Apa kamu pikir ALLAH itu tidak sibuk, dan diam saja. Kalau DIA diam saja, kamu gak bakalan ada. Gak ada proses makanan bisa jadi darah. Gak ada proses dari kehampaan bisa meletup jadi energi.
Jadi apa maknanya gerak diam pada kehendakNya. Gerak diam adalah merenungi diri tafakur untuk intropeksi diri, membersihkan programming negatif dalam diri alias kotoran kesalahan cara perilaku, pola pikir, cara makan, sifat/karakter, program masalah dan penyakit kronisnya, karena itulah yang menjadikan programming kehidupan setelah hari ini. Programming baik akan menuai kebaikan. Programming negatif ya menuai kejelekan. Sekecil apapun akan menuai yang sama. Dengan gerak diam, membersihkan, menon-aktifkan programming negatif, jadilah Tuhan akan menggerakkannya dengan programmingNya.
Bagaimana sulitnya kita mendidik anak, kalau anak masih banyak programming sendiri sehingga sulit diatur.
Bagaimana sulitnya mengendalikan kemudi pesawat kalau kemudinya gak mau dikendalikan, malah berputar kiri kanan sendiri.
Bagaimana sulitnya Owner memimpin karyawan, kalau bawahannya punya visi misi sendiri. Capek deh..
Rasulullah Muhammad SAW saja yang sudah maksum alias bersih dari programming negatif, masih bebersih diri tiap hari dengan istighfar 70x. Sehingga dengan wadah bening bersih, mudahlah “message” Illahi tebuka dalam diri beliau. Dengan programming bening bersih (Ummi – bodoh) dan menginput niat untuk merubah kehidupan masyarakat yang jahiliyah. So, niat beliau yang mulia di wadah yang bersih ini menjadikan hukum semestaNya bekerja sesuai niat beliau. Turunlah programming yang menjadikan beliau menjadi sesuai niat programmingnya, yaitu merubah kehidupan masyarakat agar jauh dari jahiliyah/kebodohan. Dan jadilah gerak lahiriyahnya dari bukan siapa-siapa menjadi luarbiasa sibuknya, mencerahkan umat.
Ikhlas dan pasrah pada Illahi adalah bukan sekedar diam di kamar, gak pake kerja, gak perlu capek-capek menunggu keajaiban datang. Ikhlas pada kehendakNya juga dibarengi dengan gerak diam membersihkan mindset negatif malasnya, pesimisnya, masalahnya, prasangka negatifnya dkk. sehingga bersih dan bening. Dengan kebersihan dan keheningan itulah pasang niat. SEMUA BERAWAL DARI NIAT.
Mengheningkan Cipta. Hening untuk Mencipta. Hening karena sudah bening bersih dalam pikiran dan hati, hanya tertuju pada Illahi. Bukan belajar hening, tapi pikirannya muter-muter gak karuan dengan berbagai macam program gak jelas.
Programkan satu visi, apa yang mau diraih. Tanamkan programming itu, benamkan dalam ruang hati ruang programming dengan sangat kuat.. Jangkarkan, tanamkan dalam settingan yang “apik” melalui ibadah maupun sholat. Satu programming yang terus fokus (khusu”) dibenamkan terus menerus (istiqomah). Dan baru terjadilah ikhlas pada kehendakNya yaitu berjalannya programming niat tersebut, menjadi rangkaian cerita di kemudian hari. Persis apa yang diniatkan. Bila itu menjadi kehendakNya alias dikabulkan.
Tapi itulah seorang hamba, yang hanya mengajukan proposal do’a programming. Ya ajukan saja, ikhlas, syukur-syukur diterima. Disaat program ACCEPTED olehNya dan berjalan, semua datang sesuai programmingnya. BERGERAKLAH, ikhlas ikuti apapun siapapun yang mengantarkan rejeki. Ikhlas mengikuti apapun skenario yang akan datang, sesuai JANGKAR NIAT sebelumnya di dalam dada.
Jangan pernah menolak rejeki. Semesta Illahi akan hilang kepercayaannya. Banyak sahabat yang kaget terperangah mimpi jadi kenyataan, yang diniatkan terjadi. Yang disangka-sangka nyata terjadi. Bahkan penyakit kronisnya sembuh dengan mukjijat Illahi. Namun banyak sahabat juga kecewa, gara-gara menolak peluang, yah rejeki yang sama tidak datang lagi.
sumber : mahakosmos.com
Lalu kenapa banyak ulama yang diam-diam saja kok uang mengalir kepada beliau tanpa hentinya? Wah kamu senangnya mengamati gunung…tapi gak melihat gunung dari dekat. Gunung itu bisa begitu gak cuma diam ajah…tapi juga bergerak luarbiasa bekerja menjadikan dia seperti itu. Apa kamu pikir ALLAH itu tidak sibuk, dan diam saja. Kalau DIA diam saja, kamu gak bakalan ada. Gak ada proses makanan bisa jadi darah. Gak ada proses dari kehampaan bisa meletup jadi energi.
Jadi apa maknanya gerak diam pada kehendakNya. Gerak diam adalah merenungi diri tafakur untuk intropeksi diri, membersihkan programming negatif dalam diri alias kotoran kesalahan cara perilaku, pola pikir, cara makan, sifat/karakter, program masalah dan penyakit kronisnya, karena itulah yang menjadikan programming kehidupan setelah hari ini. Programming baik akan menuai kebaikan. Programming negatif ya menuai kejelekan. Sekecil apapun akan menuai yang sama. Dengan gerak diam, membersihkan, menon-aktifkan programming negatif, jadilah Tuhan akan menggerakkannya dengan programmingNya.
Bagaimana sulitnya kita mendidik anak, kalau anak masih banyak programming sendiri sehingga sulit diatur.
Bagaimana sulitnya mengendalikan kemudi pesawat kalau kemudinya gak mau dikendalikan, malah berputar kiri kanan sendiri.
Bagaimana sulitnya Owner memimpin karyawan, kalau bawahannya punya visi misi sendiri. Capek deh..
Rasulullah Muhammad SAW saja yang sudah maksum alias bersih dari programming negatif, masih bebersih diri tiap hari dengan istighfar 70x. Sehingga dengan wadah bening bersih, mudahlah “message” Illahi tebuka dalam diri beliau. Dengan programming bening bersih (Ummi – bodoh) dan menginput niat untuk merubah kehidupan masyarakat yang jahiliyah. So, niat beliau yang mulia di wadah yang bersih ini menjadikan hukum semestaNya bekerja sesuai niat beliau. Turunlah programming yang menjadikan beliau menjadi sesuai niat programmingnya, yaitu merubah kehidupan masyarakat agar jauh dari jahiliyah/kebodohan. Dan jadilah gerak lahiriyahnya dari bukan siapa-siapa menjadi luarbiasa sibuknya, mencerahkan umat.
Ikhlas dan pasrah pada Illahi adalah bukan sekedar diam di kamar, gak pake kerja, gak perlu capek-capek menunggu keajaiban datang. Ikhlas pada kehendakNya juga dibarengi dengan gerak diam membersihkan mindset negatif malasnya, pesimisnya, masalahnya, prasangka negatifnya dkk. sehingga bersih dan bening. Dengan kebersihan dan keheningan itulah pasang niat. SEMUA BERAWAL DARI NIAT.
Mengheningkan Cipta. Hening untuk Mencipta. Hening karena sudah bening bersih dalam pikiran dan hati, hanya tertuju pada Illahi. Bukan belajar hening, tapi pikirannya muter-muter gak karuan dengan berbagai macam program gak jelas.
Programkan satu visi, apa yang mau diraih. Tanamkan programming itu, benamkan dalam ruang hati ruang programming dengan sangat kuat.. Jangkarkan, tanamkan dalam settingan yang “apik” melalui ibadah maupun sholat. Satu programming yang terus fokus (khusu”) dibenamkan terus menerus (istiqomah). Dan baru terjadilah ikhlas pada kehendakNya yaitu berjalannya programming niat tersebut, menjadi rangkaian cerita di kemudian hari. Persis apa yang diniatkan. Bila itu menjadi kehendakNya alias dikabulkan.
Tapi itulah seorang hamba, yang hanya mengajukan proposal do’a programming. Ya ajukan saja, ikhlas, syukur-syukur diterima. Disaat program ACCEPTED olehNya dan berjalan, semua datang sesuai programmingnya. BERGERAKLAH, ikhlas ikuti apapun siapapun yang mengantarkan rejeki. Ikhlas mengikuti apapun skenario yang akan datang, sesuai JANGKAR NIAT sebelumnya di dalam dada.
Jangan pernah menolak rejeki. Semesta Illahi akan hilang kepercayaannya. Banyak sahabat yang kaget terperangah mimpi jadi kenyataan, yang diniatkan terjadi. Yang disangka-sangka nyata terjadi. Bahkan penyakit kronisnya sembuh dengan mukjijat Illahi. Namun banyak sahabat juga kecewa, gara-gara menolak peluang, yah rejeki yang sama tidak datang lagi.
sumber : mahakosmos.com
Ikhlas menjalani kehidupan diawali tanpa prasangka….apa rahasianya?
Dalam berbagai kasus terapi psikis, kejiwaan hingga penyakit menahun gak sembuh-sembuh, salah satu penyebabnya adalah karena selalu diawali dengan prasangka ketika akan menjalani apapun situasi lakon kehidupan.
Sesungguhnya Sang Maha Hidup telah memelihara dan mengatur dengan sebaik-baikNya. Sehingga apapun rejeki, peluang, kejadian yang datang pada seorang hambaNya pasti sudah dalam pengaturan yang sebaik-baiknya dan pasti ada hikmah dibaliknya.
So, kenapa mesti repot harus berprasangka macam-macam. Jalani saja dengan ikhlas semua kejadian yang datang silih berganti tanpa prasangka.
Masalah terjadi ketika seseorang mendapat undangan, di sms, di telpon, ditawarkan sebuah peluang, dan apapun kejadian, selalu saja diawali dengan sebuah prasangka.
Menduga tawaran peluang ini gak baguslah, gak bonafid-lah.
Meduga SMS dari teman ini khawatir bikin masalah.
Menduga telpon yang datang berdering-dering tiap saat ini dianggap menyebalkan.
Menduga bekerja di kantor ini kelak gak bakalan sukses
Menduga semua teman-temannya, keluarganya tidak perhatian padanya.
Menyangka negatif pada atasannya yang melimpahkan pekerjaan, toh akhirnya dikerjakan juga.
Ketahuilah, sangkaan itulah yang menjadikan cerita bergulir seperti yang kita sangka.
Ikhlas menjalani kehidupan tanpa prasangka, demikian indah menikmati kehidupan yang dianugerahkan Tuhan.
Masalah yang muncul karena selalu berprasangka negatif terhadap pelimpahan tugas, datangnya rejeki, peluang, SMS, telpon, dan apapun kejadian sesungguhnya bikin rugi kita sendiri.
Karena apapun yang datang pada kita tersebut adalah sudah bagian dari skenarioNya dan pasti ada maksud Tuhan dibalik itu semua. Kenapa mesti repot berprasangka.
Ketika diawali dengan prasangka misalnya: ” ngedumel”, atau prasangka ”enak benar nih bos” atau prasangka ”wah nanti yang dapat prestasi pasti dia”, maka seorang sahabat yang dlimpahkan tugas kantor akhirnya jadi masalah di kemudian hari. Masalah psikis, dan akhirnya terakumulasi menjadi stress, depresi dan sakit jasmani.
Dilimpahkan tugas pekerjaan dari atasannya, namun sudah berpikiran jelek duluan. Toh akhirnya dikerjakan juga pekerjaan tersebut dengan sempurna.
Mau tahu rahasia dimana letak ruginya?
Niat prasangka merupakan ketidakikhlasan menerima takdir Tuhan yang datang sehari-hari. Pikiran yang diawali dengan niat ”macem-macem” ketidakikhlasan menjadi tidak selaras dengan gerak tubuh yang pada akhirnya mengerjakan tugas itu juga.
Ketidakselarasan yang menjadikan aliran energi otak – pikiran – hati menjadi bermasalah.
Ketidakikhlasan diawal sebuah pekerjaan yang pada akhirnya menjadkan aliran energi bermasalah itu menjadi sebuah sumbatan kesehatan jasmani. Jadilah penyakit pegal-pegal, pusing, nyeri, sakit persendian, dan semakin banyak perbuatan sehari-hari yang diawali ketidakikhlasan itu menimbun. Jadilah penyakit psikis dan jasmani yang kronis.
Seseorang yang bahagia dan ikhlas menjalani tugas Tuhan apapun, walaupun bekerja tidak henti-hentinya dari pagi hingga tengah malam, tidak pernah merasakan capek dan menderita, Terlihat seperti menikmati, ’fresh’ dan penuh semangat.
Namun sebaliknya seseorang yang selalu memulai dengan prasangka terhadap apapun pekerjaan, biasanya selalu mengeluh badan pegal-pegal, nyeri persendian, pusing, dan ada saja penderitaan psikis maupun jasmani.
Lalu bagaimana memulai dengan tanpa prasangka terhadap datangnya suatu peluang, rejeki ataupun ajakan?
Ya, terima saja telponnya, sms-nya, atau diamkan tanpa prasangka apapun bila sedang sibuk, juga terima saja ajakan teman maupun peluang rejeki yang ditawarkan bila memang waktunya luang. Semua dengan biasa saja, seperti tidak ada apa-apa. Tanpa dugaan ataupun sangkaan apapun menerima datangnya takdir.
Bila ternyata ajakan itu kurang baik, atau kurang berkenan, maka ”JANGAN SJUNGKAN MENGATAKAN: TIDAK” Ikhlas apa adanya, memang kenyataan demikian. Masalah psikis kelak akan muncul bila Anda sungkan, malu untuk mengatakan tidak. Masalah ”mindset” kecil yang kelak bila dibiarkan akan menjadi masalah besar di kemudian hari.
Dan bila ternyata ajakan, ataupun peluang rejeki itu sangat menarik, juga jangan sungkan KATAKAN YESSS. Jujur apa adanya.
Berkehidupan ikhlas adalah menyongsong takdir yang akan terjadi dengan lapang, penuh kejujuran apa adanya, dan tanpa prasangka apa-apa. Semua terjadi karena sudah yakin bahwa Tuhan telah mengatur dirinya dengan sebaik-baiknya. Yah, tinggal menjalani saja. Gitu aja kok repot!
Inilah obat penawar segala masalah, dan mencegah munculnya penyakit psikis, jasmani ataupun masalah kehidupan di kemudian hari.
Syukuri apa yang ada….
Hidup adalah anugerah…
Tetap jalani hidup ini…
Dan lakukan yang terbaik.
sumber : mahakosmos.com
Sesungguhnya Sang Maha Hidup telah memelihara dan mengatur dengan sebaik-baikNya. Sehingga apapun rejeki, peluang, kejadian yang datang pada seorang hambaNya pasti sudah dalam pengaturan yang sebaik-baiknya dan pasti ada hikmah dibaliknya.
So, kenapa mesti repot harus berprasangka macam-macam. Jalani saja dengan ikhlas semua kejadian yang datang silih berganti tanpa prasangka.
Masalah terjadi ketika seseorang mendapat undangan, di sms, di telpon, ditawarkan sebuah peluang, dan apapun kejadian, selalu saja diawali dengan sebuah prasangka.
Menduga tawaran peluang ini gak baguslah, gak bonafid-lah.
Meduga SMS dari teman ini khawatir bikin masalah.
Menduga telpon yang datang berdering-dering tiap saat ini dianggap menyebalkan.
Menduga bekerja di kantor ini kelak gak bakalan sukses
Menduga semua teman-temannya, keluarganya tidak perhatian padanya.
Menyangka negatif pada atasannya yang melimpahkan pekerjaan, toh akhirnya dikerjakan juga.
Ketahuilah, sangkaan itulah yang menjadikan cerita bergulir seperti yang kita sangka.
Ikhlas menjalani kehidupan tanpa prasangka, demikian indah menikmati kehidupan yang dianugerahkan Tuhan.
Masalah yang muncul karena selalu berprasangka negatif terhadap pelimpahan tugas, datangnya rejeki, peluang, SMS, telpon, dan apapun kejadian sesungguhnya bikin rugi kita sendiri.
Karena apapun yang datang pada kita tersebut adalah sudah bagian dari skenarioNya dan pasti ada maksud Tuhan dibalik itu semua. Kenapa mesti repot berprasangka.
Ketika diawali dengan prasangka misalnya: ” ngedumel”, atau prasangka ”enak benar nih bos” atau prasangka ”wah nanti yang dapat prestasi pasti dia”, maka seorang sahabat yang dlimpahkan tugas kantor akhirnya jadi masalah di kemudian hari. Masalah psikis, dan akhirnya terakumulasi menjadi stress, depresi dan sakit jasmani.
Dilimpahkan tugas pekerjaan dari atasannya, namun sudah berpikiran jelek duluan. Toh akhirnya dikerjakan juga pekerjaan tersebut dengan sempurna.
Mau tahu rahasia dimana letak ruginya?
Niat prasangka merupakan ketidakikhlasan menerima takdir Tuhan yang datang sehari-hari. Pikiran yang diawali dengan niat ”macem-macem” ketidakikhlasan menjadi tidak selaras dengan gerak tubuh yang pada akhirnya mengerjakan tugas itu juga.
Ketidakselarasan yang menjadikan aliran energi otak – pikiran – hati menjadi bermasalah.
Ketidakikhlasan diawal sebuah pekerjaan yang pada akhirnya menjadkan aliran energi bermasalah itu menjadi sebuah sumbatan kesehatan jasmani. Jadilah penyakit pegal-pegal, pusing, nyeri, sakit persendian, dan semakin banyak perbuatan sehari-hari yang diawali ketidakikhlasan itu menimbun. Jadilah penyakit psikis dan jasmani yang kronis.
Seseorang yang bahagia dan ikhlas menjalani tugas Tuhan apapun, walaupun bekerja tidak henti-hentinya dari pagi hingga tengah malam, tidak pernah merasakan capek dan menderita, Terlihat seperti menikmati, ’fresh’ dan penuh semangat.
Namun sebaliknya seseorang yang selalu memulai dengan prasangka terhadap apapun pekerjaan, biasanya selalu mengeluh badan pegal-pegal, nyeri persendian, pusing, dan ada saja penderitaan psikis maupun jasmani.
Lalu bagaimana memulai dengan tanpa prasangka terhadap datangnya suatu peluang, rejeki ataupun ajakan?
Ya, terima saja telponnya, sms-nya, atau diamkan tanpa prasangka apapun bila sedang sibuk, juga terima saja ajakan teman maupun peluang rejeki yang ditawarkan bila memang waktunya luang. Semua dengan biasa saja, seperti tidak ada apa-apa. Tanpa dugaan ataupun sangkaan apapun menerima datangnya takdir.
Bila ternyata ajakan itu kurang baik, atau kurang berkenan, maka ”JANGAN SJUNGKAN MENGATAKAN: TIDAK” Ikhlas apa adanya, memang kenyataan demikian. Masalah psikis kelak akan muncul bila Anda sungkan, malu untuk mengatakan tidak. Masalah ”mindset” kecil yang kelak bila dibiarkan akan menjadi masalah besar di kemudian hari.
Dan bila ternyata ajakan, ataupun peluang rejeki itu sangat menarik, juga jangan sungkan KATAKAN YESSS. Jujur apa adanya.
Berkehidupan ikhlas adalah menyongsong takdir yang akan terjadi dengan lapang, penuh kejujuran apa adanya, dan tanpa prasangka apa-apa. Semua terjadi karena sudah yakin bahwa Tuhan telah mengatur dirinya dengan sebaik-baiknya. Yah, tinggal menjalani saja. Gitu aja kok repot!
Inilah obat penawar segala masalah, dan mencegah munculnya penyakit psikis, jasmani ataupun masalah kehidupan di kemudian hari.
Syukuri apa yang ada….
Hidup adalah anugerah…
Tetap jalani hidup ini…
Dan lakukan yang terbaik.
sumber : mahakosmos.com
Langganan:
Postingan (Atom)



